Kerajaan Islam Makassar

Gowa Tallo Empire [slidesharecdn.com]
www.jogjadestination.comKerajaan Islam Makassar. Kerajaan Makassar terdiri dari dwitunggal kerajaan, yaitu Gowa dan Tallo yang kemudian bergabung menjadi satu pada pertengahan abad ke-16. Kerajaan ini telah menjalin hubungan hubungan perdagangan dengan negeri-negeri Melayu dan Malaka.

Gowa sebagai pusat politik baru dimulai pada pertengahan abad ke 16. Hubungan dengan Indonesia bagian Barat rupanya masih terjalin. Pda pemerintahan kaereang Tumapa risi-kailona datanglah ke Gowa orang Jawa yang bernama I Gallasi. Mungkn saja yang disebut dengan orang Jawa ini merupakan orang yang datang dari bagian Barat Sulawesi, sehingga belum tentu berasal dari Jawa, ada kemungkinapula dari Sumatra atau pun Malaka.

Juga pada pemerintahan karaeng selanjutnya, yaitu Kaereng Tumpalangga (1546-1565) menetap di Gowa yang bernama Anakoda Bonang yang memperoleh hak istimewa di sana. Ha istimewa tersebut juga diberikan kepada orang-orang asing yang tinggal di sana seperti orang dari Panang, Patani, Campa, Minangkabau, dan Johor. Ini menunjukan bahwa di Gowa telah terdapat pemukiman-pemukian saudagar yang berasal dari negara-negara lain.


Mula-mula kerajaan Gowa merupakan kerajaan Kecil saja. Kerajaan ini mulanya terdiri dari sembilan daerah, yaitu: 1 ) Tombalo, 2) Laking, 3) Saumata, 4) Parang-perang 5) Data', 6) Agong-Jene, 7) Besir, 8) Railing 9) Sero. Raja Gowa IX Tumparisi mulai memperluas wilayahnya ke daerah-daerah seperti: Katiggang, Parisi, Sedang, Sidangreng dan Lembahyung, bahkan juga Bulukumba dan Selayar. Mereka kalah perang harus membayar denda kalah perang dalam bahasa Makassar disebut sabukkatti, artinya seibu kati (satu kati sebanyak 10 tael atau 80 real).

Proses Islamisasi di daerah Gowa dapat diketahui dari hikayat-hikayat Gowa Tallo dan Wajo. Pengembangan Islam di Sulawesi Selatan ini berjalan damai. Mubaligh-mubaligh yang berjasa menanamkan Islam di daerah ini adalah:

a. Khatib Tunggal, yang setelah meninggal dimakamkan di negeri Tallo, sebelah Utara Goa.
b. Dato'ri Badang
c. Dato' Sulaimana
d. Dato' Patimang, dan
e. Dato' ri Tiro.

Pada 1603 kedua raja penguasa dwitunggal Kerajaan Gowa dan Tallo masuk Islam. Raja Gowa, Daeng Manrabi, secara resmi masuk Islam mengambil gelar Sultan Alauddin, sedangkan Raja Tallo, Karaeng Matoaya, yang merangkap sebagai Mangkubumi kerajaan Gowa setelah masuk Islam mengambil gelar Sultan Adullah. Kedua raja Islam pertama di kerajaan Makassar ini memperoleh julukan Awalul Islam. 

Dwi Tunggal Awalul Islam ini sangat giat dalam memperluas pengarus Islam serta memperluas wilayaah kekuasaanya. Pada masa pemerintahanya wilayah kerajaan Makassar tidak saja meliputi besar Sulawesi Selatan secara pulau-pulau di sekitarnya, melainkan daerahnya sampai di daerah Nusa Tenggara Timur.

SELANJUTNYA.

0 Response to "Kerajaan Islam Makassar"