Kisah Ibrahim dan Lelaki Mesopotamia Yang Sombong

Kisah Nabi Ibrahim, http://1.bp.blogspot.com
www.jogjadestination.comKisah Ibrahim dan Lelaki Mesopotamia Yang Sombong.

Dalam catatan kuno banyak diilustrasikan terjadinya banjir hebat, diantaranya disebut dalam Babad Tanah Jawa. Disitu Digambarkan adanya banjir hebat yang menyebabkan kepulauan nusantara yang saat itu masih menyatu dengan dataran Asia dan Australia terputus dari kedua daratan tersebut itu, termasuk lepas dari Malaka.

Hal ini juga dijelaskan pada legenda-legenda Yunani, Shatpatra, Epik Mahabarata, cerita-cerita kuno dan beberapa legenda Wels di Britis Isles.

Hampir semua sumber tua mengatakan ada banjir hebat pada masa lalu yang menjadikan pulau terputus-putus seperti sekarang ini.

Menurut peristiwa terjadinya ini-menurut tarikh Saptuaginta pada 3.974 SH. /2242 Setelah turunya Adam. +3.351 SM.

Kejadian ini terjadi pada masa kehidupan Nuh / Noah, setelah banjir itu surut dimulailah kehidupan yang baru, banjir hampir memakan korban setengah dari penduduk bumi pada saat itu. 3 anak Nuh setelah itu menurunkan keturunan dari bangsa-bangsa yang ada di dunia, Yafits pergi ke utara. ia menurunkan bangsa Turki, Eropa, Rusia, China, Tartar, Mongol, Yajuj dan Majuj. Sam mengurus wilayah tengah; Yaman, Syamdan Semenanjung Arabia. Ia menurunkan bangsa Arab, Israel, Suryani, Yunani, Persia, Romawi. Ham pergi ke selatan (Afrika). Ia menurunkan bangsa Sudan, Qibty (Gibsy), Negro, Abisinia, dan Pakistan.

Setelah itu lahirlah Ibrahim. Ibrahim merupakan keturunan dari Sam, waktu itu juga (peradaban Mesopotamia di huni oleh bangsa yang bernama Sumeria akar kata tersebut berasal dari Sam) Ibrahim adalah salah satu dari keturunan Sam yang tinggal di daerah Mesopotamia.

Priode sejarah Ibrahim berkisar pada satu melinium setelah banjir Nuh atau kisaran tiga milinium lebih dari turunya Adam, yakni pada akhir milinium ke 3 SM. Kota kelahiranya di Ur-Kasdim adalah salah satu kota penting di Mesopotamia yang dibangun oleh bangsa Sumeria.

Sewaktu Ibrahim di lahirkan bangsa Sumeria sudah mempunyai kerajaan yang di pimpin oleh seorang Raja yang menyembah berhala dan menggangap dirinya sebagai Tuhan. Dia berbadan tinggi besar, gagah seperti raksasa sekan-akan tidak ada yang mempu membinasakan hidupnya,

Raja tersebut bernama Namrud (sebutan raja untuk bangsa Sumeria) diketahui raja itu berasal dari kerajaan Babilonia yang berkuasa di Mesopotamia, belum diketahui Babilon kuno apa yang Babilon baru, pastinya kalau dilihat dari tahun hidupnya berada Babilon baru.

Cerita di mulai ketika sang raja bangkit dari tidur lelapnya. Keningnya basah jantungnya berdegup kencang. Raja besar ini resah akan mimpinya. Lekat dari ingatanya, bagaimana ia menyaksiakan gugusan bintang gilang-gemilang. Pancaran sirarnya, bahkan mengalahkan cahaya matahari. Banda langit ini kelihatan kusam dan pudar. Para peramal, ahli nujum, ahli agama dan semua menteri segera ia kumpulkan. Untuk membahas isyarat mimpi Namrud. Mereka berkesimpulan, sesuai yang mereka ketahui dari naskah kitab suci bahwa; Pada tahun itu, akan lahir seorang bayi yang akan meruntuhkan kekuasaan Namrud. Singkat cerita Namrud mengumpulkan semua perempuan yang mengandung di sebuah kamp pengungsian sampai hari persalinan tiba, jika anaknya laki-laki maka akan langsung di bunuh sedangkan jika perempuan akan dibiarkan hidup. Namun luput dari pengawasan Namrud istri Azar (Ayam Ibrahim)  salah satu pembuat berhala Namrud ini mengandung, tapi tidak sebagaimana wanita lain mengandung. Ia terlihat seperti tidak mengandung terlihat tangkas dan sigap. Namrud semakin jengkel karena bayi yang dicarinya tidak jua ditemukannya. Setelah beberapa bulan berlalu lahirlah Ibrahim yang di masa depan akan menghancurkan kerajaan Namrud.

Permusuhan Namrud dan Ibrahim

Setelah Ibrahim dewasa ia di utus oleh Allah sebagai Nabi, ia mendapatkan milah (wahyu) mereka sering bersikiras cekcok dan berdebat mengenai keyakinanya masing-masing, Ibrahim sebagai seorang Nabi sudah tugasnya menyebarkan ajaranya dan berdakwah kepada kaum-kaum di sekitarnya, sedangkan Namrud sendiri sebagai Raja yang mempunyai kekuasaan dan tidak sejalan dengan Ibrahim mereka melarang ajaran Ibrahim tersebut karena berbeda dengan ajaranya.  Singkat cerita untuk membuktikan Tuhan Ibrahim, Namrud membuat menara, setelah semua siap Namrud naik ke Menaranya tersebut.

"Buka cendela atas," perintah Namrud. Ia tidak menyaksikan apa-apa, "Buka cendela bawah kelihatan gelap pekat. Tiba-tiba terdengar suara: " Hai orang lalim ! Kemana Engkau hendak pergi!"


Seketika itu Namrud mencabut anak panah dan membidik ke arah suara tersebut berasal. Anak panah meluncur cepat, lalu jatuh kembali panahnya ke padanya dengan berlumuran darah karena telah mengenai seekor burung, "Aku terbebas dari gangguan Tuhan langit" serunya puas.

Cerita Ibrahim di Bakar Api, Namrud masih berkeras bahwa dirinya adalah tuhan, berawal dari semangat ibrahim yang berkobar-kobar untuk menyadarakan kaumnya bahwa yang mereka sembah (berhala) bukan sebuah tuhan melainkan patung dari batu dan tanah liat, Ibrahim ingin menunjukan Tuhan yang sesungguhnya kepada kaumnya bahwa Tuhan itu bukan merupakan patung yang mati tidak bisa bergerak. ingkat cerita dengan semangat dan amarah yang menyatu dalam pundak Ibrahim, Ibrahim pun bergegas ke tempat-tempat berhala Namrud, setiba disana tanpa berpikir lama, Ibrahim pun langsung menghancurkan patung-patung tersebut. Setelah selesai mengempur habis patung tersebut Ibrahim mengalungkan kampaknya di salah satu patung yang ada di tempat tersebut. Setelah Namrud mengetahuinya bahwa berhalanya (tuhan kecilnya) hancur ia pun marah besar dan berjanji tidak akan mengampuni orang yang sudah berani melakukan hal seperti itu. Lama kelamaan tersangkanya tertangkap tuduan itu berujung ke Ibrahim. Ibrahim pun mengakui perbuatanya, ia tidak takut ataupun merasa sedikitpun atas perbuatanya tersebut setelah itu Ibrahim pun dijatuhi hukuman bahwa akan di bakar di api secara hidup-hidup. Ibrahim pun dibakar 40 hari dalam tungkuh api tersebut Ibrahim ditemani oleh Malaikat Jibril yang membawakan pakaian-pakaian surga dan makanan-makanan surga. Namrud berkata kepada Ibrahim; "jika kau ingin saya memadamkan api maka akan saya kabulkan, namun Ibrahim menjawab "Tidak". Setelah itu melihat bahwa hukumanya tidak mempan Namrud pun menyudai hukumanya terhadap Ibrahim.

Akhir Cerita Kematian Namrud

Namrud dan kaumnya diserang oleh nyamuk-nyamuk yang menghisap darah, memakan daging dan meninggalkan tulang belulangnya, Namrud sendiri diserang nyamuk yang bersarang di janur hidungnya dan lama-lama kelamaan terus menggerogoti tubuh Namrud sampai Allah kemudia membinasakanya. Walaupun pada hari-hari terahir pembakaran Ibrahim Namrud sempat Insaf dan menggagumi Tuhan Ibrahim. Namun Namrud binasa dengan kesombonganya sendiri yang menggangap dirinya sebagai tuhan. Semoga cerita ini bisa menjadi pelajaran yang baik agar kita tidak sombong dan keras kepala.

0 Response to "Kisah Ibrahim dan Lelaki Mesopotamia Yang Sombong"