Kerajaan Demak

Masjid Agung Demak, www.plengdut.com
www.jogjadestination.com-Kerajaan Demak. Pada makalah sebelumnya telah dijelaskan, bahwa hasil terbesar dari Kesultanan Malaka dalam proses Islamisasi di Nusantara adalah mengislamkan tanah Jawa. Selain pengaruh Malaka, peranan dakwah Wali Songo yang mampu membaca budaya masyarakat Jawa, telah menjadi Islam semakin mengakar di Jawa.

Kerajaan Demak

Demak adalah Kesultanan Islam pertama di pulau Jawa. Kesultanan Demak didirikan oleh Raden Fatah. Ia adalah anak dari istri Prabu Brawijaya V. seorang muslimah keturunan China yang dihadiakan kepada Ario Damar  sebagai adipati Palembang. Raden Fatah besar dan tumbuh di Palembang. Raden Fatah mendirikan Kesultanan Demak pada tahun 1478. Sebelum berdirinya Kesultanan Demak, di Jawa telah berkembang beberapa bandar niaga Islam seperti Jepara, Tuban dan Gresik, tetapi bandar-bandar niaga ini masih berada di bawah kekuasaan Majapahit. Setelah diangkat menjadi Sultan Demak, Raden Fatah bergelar Sultan Al-Fattah Alamsyah Akbar. Menurut sumber lain ia diberi gelar oleh Sunan Ampel dengan nama Senopati Jimbun Ngabdurahman Panembahan Palembang Sayidin Panata Gama.

Raden Fatah adalah murid dari Sunan Kudus. Setelah itu dibangunlah angkatan perang Kesultanan Demak. Angkatan perang ini bukan saja sebagai penjaga dan pengayom negara, tetapi juga untuk mewujudkan cita-cita agama Islam sebagamana yang telah dirintis oleh Wali Songo.

Atas nasihat Sunan Kudus, maka Raden Fatah membuat strategi sebagai berikut:

1. Menghancurkan Portugis di luar Indonesia
2. Membuat pertahanan yang kuat di Indonesia

Perang Melawan Portugis

Pada tahun 1513, Raden Fatah mengirimkan anaknya sendiri, Adipati Unus untuk memimpin pasukan Islam berperang melawan Portugis di Malaka. Dalam serangan ini, Adipati Unus dilengkapai 90 kapal dan 1200 orang prajurut. Tetapi, serangan yang dipimpin oleh Adipati Unus mengalami kegagalan. Atas keberanian Adipati Unus mengarungi laut Jawa untuk menyerang Portugis di Malaka, Ia dijuluki, dengan Pangeran Sabrang Lor, pangeran dari Utara

Setelah Adipati Unus gagal, maka Raden Fatah kembali mengutus cucunya Ratu Kaliyamat untuk kembali menyerang Portugis di Malaka, tetapi serangan ini kembali gagal. Ketika keinginan Raden Fatah untuk menghancurkan Portugis di Malaka belum terwujud, Raden Fatah keburu meninggal pada tahun 1518. Setelah Raden Fatah wafat, maka jabatnya digantikan oleh Adipat Unus, namun Adipati Unus hanya menjabat selama tiga tahun, lalu ia digantikan oleh Sultan Trenggono pada tahun 1521. Sultan Trenggono bercita-cita untuk mengislamkan seluruh Tanah Jawa.

Baca Juga: Kerajaan Pajang

Di bawah kepemimpinan Sultan Trenggono, Kesultanan Demak menjadi pusat penyebaran dan perkembangan Islam di Jawa. Namun demikian, banyak kendala dihadapinya, terutama mengubah pola pikir  dan kebiasaan Hindu ke Islam. Pada abad itu banyak hukum agama hindu dimasukan ke dalam hukum Islam demi tegaknya sebuah pemerintahan. Akibatnya banyak rakyat jelata yang beribadah ke Masjid namun masih menghormati candi dan arca dalam kehidupan kesehariannya. Hal hal semacam ini berlangsung selama bertahun-tahun. Pada pemerintahan Sultan Trenggono ini datanglah Fatahilah, seorang ulama terkemuka di Pasai, Fatahilah datang ke Demak, karena a tidak mau lagi tinggal di Pasai yang sudah di kuasai Portugis. SEtdlah sampai di Demak Fatahilah dinikahkan dengan adik Sultan Trenggono. Setelah menjadi ipar Sultan Trenggono Fatahilah diutus untuk mengislamkan Jawa Barat. Pada tahun 1527 Fatahilah berhasil menguasai Sunda Kelapa dari Portugis. Setelah kemenangan itu maka nama Sunda Kelapa diganti dengan nama Jayakarta.

Kemunduruan Kesultanan Demak

Pada tahun 1546, Sultan Trenggono berusaha menguasai Panarukan. Tiga bulan lamanya, Sultan Trenggono memimpin pasukan Islam dari Demak berperang melawan Panarukan yang mendapat bantuan dari Bali. Dalam perang inj Sultan Trenggono tidak berhasil menguasai Panarukan, bahkan ia sendiri wafat di Panarukan. Setelah wafatnya Sultan Trenggono, kondisi Kesultanan Demak jatuh dalam konflik istana dalam memperebutkan jabatan sultan. Akhirnya Kesultanan Demak mengalami kemunduran dan sebagai gantinya, maka hadirlah Kesultanan Pajang di bawah pimpinan Sultan Hadiwijaya alias Jaka Tingkir.

0 Response to "Kerajaan Demak "