Ibrahim Dibakar Api

Bara Api, 2.bp.blogspot.com
www.jogjadestination.com--Ibrahim Dibakar Api seperti cerita sebelumnya bahwa Ibrahim bersitegang dengan Namrud sang penguasa Mesopotamia pada saat itu.

Ibrahim Menghancurkan Tuhan Namrud

Setelah kejadian di Menara yang dibangun oleh Namrud sendiri, Namrud merasa masih di permalukan oleh Ibrahim. Saat itu Namrud masih berkeras pada anggapanya bahwa, ia adalah tuhan di antara berhala-berhala sebagai tuhan kecil. Ibrahim sendiri terus memikirkan bagaimana caanya kaumnya bisa sadar. Ia ingin menunjukkan bahwa tuhan yang selama ini mereka sembah tidak punya daya apa-apa. Sebagai pemuda belasan tahun, semangat Ibrahim menggelora, ia biasa menantang arus, bahkan kaumnya menggangapnya frontal.

Datangnya hari raya tahunan disambut dengan meriaholeh rakyat Kaldan. Macam-macam makanan mereka buat untuk hidangan sesaji,. Lalu mereka berbondong-bondong ke Kuil atau Ziggurat. Tumpah ruah untuk melakukan bakti.

Azar mengajak Ibrahim, "Handaknya kamu datang..., kamu akan takjub melihat pemeluk agama ini."

Ibrahim menuruti ayahnya. Keduanya lalu berkemas berangakat. Di pertengahan perjalanan, Ibrahim pura-pura jatuh, "Aku sakit,"ucapnya memelas.

Azar meninggalkanya begitu saja.
Ibrahim segera bangkit, bibirnya menggumam: "Demi Allah aku akan meremukan berhala kalian setelah kalian bubar [QS.21:57].

Ibrahim tidak menyadari, umpatanya didengar oleh orang di belakangnya. Setelah acara selesai dan kuil telah sepi, Ibrahim mengendap-endap. Setelah memastikan tidak ada orang, ia segera meompat masuk. Di kalian makan!" Hening, tidak ada suara apapun dari berhala. "Kenapa kalian tidak bicara..!" [QS.37.92] Ibrahim semakin keras berteriak. Tidak ada reaksi apa-apa. Ia ambil kapak, lalu mengamuk sekenanya, menghancurkan berhala yang ada, sampai tinggal satu patung yang paling besar, ia biarkan saja. Lalu ia kalungkan kapak di leher berhala terbesar tersebut. Ia sendiri melenggang meninggalkan kuil.

Ketika mendapati tuhan-tuhan yang mereka sembah remuk dan hancur, rakyat Kaldan berang, "Siapa yang melakukan ini semua kepada tuhan kami? Sungguh ia orang yang sesat!" [QS.21.58:61]. Semua tuduhan mengarah ke Ibrahim lewat orang yang mendengarkan kata-kata Ibrahim dari belakang. Namrud pun marah besar . Ia tangkap Ibrahim, lalu Ibrahim di bawah ke kuil. "Kaulah pelaku ini semua...?" Ibrahim menjawab dengan teka-teki. "Bahkan [aku] pelakunya." "Ini yang terbesar", Ia menunjuk berhala yang paling besar. "Tanyakan kepada berhala-berhala itu jika mereka bisa bicara!" [QS.21.63]. Ibrahim berkata "Kamu sudah tau mereka tidak bisa bicra."sergah Namrud "Apakah kalian menyembah-dari selain Allah-sesuatu yang tidak bermanfaat sama sekali? mengapa kalian berkeras menyembahnya...? Apa kalian tidak berpikir?" Ibrahim mendakwahi.


Namrud dan kaumnya semakin jengkel dengan kelakuan Ibrahim. Namrud berteriak "bakar saja Ibrahim! Beri bantuan pada tuhan kalian..." [Qs.21.68]. Lalu Namrud memerintahkan untuk membangn dapur api raksasa[QS.37:97] di Kusta dengan ketinggian 30 hasta [_+13 m.] dan lebar 20 hasta [_+9 m.].Setelah menunggu 40 hari, kayu-kayu sudah menggunung lalu diumumkan hari pembakaran Ibrahim.

Ibrahim dibakar

Api dinyalakan, Gunungan api menjelma. Hingga jika ada burung jauh tinggi di angkasa melewatinya akan terbakar karena panasnya nyala api. Namrud puas, tapi ia masih kebingungan, bagaimana cara membakar Ibrahim?, bagaimana cara memasukan ke tungku raksasa itu?, setan segera datang mengajari membuat manjaniq [alat planting]. Hizan seorang Kurdi menyelesaikan pembuatanya. Ibrahim diikat, lalu diplantingkanlah Ibrahim ke udara. Malaikat penjaga air datang padanya, "Hai Ibrahim! jika kau mau aku akan memadamkan api!" "Tidak," jawab Ibrahim. Malaikat penjaga angin datang, " Jika kau mau, akan aku terbangkan api ke udara." "Tidak, aku tidak butuh kalian," jawab Ibrahim. "Yang memenuhi hajatku dan sebaik-baik penjaminan adalah Allah." Di kerajaan langit gempar, malaikat ribut dan mengadu kepada Allah. Jibril diutus mendatangi Ibrahim"Pergilah jika Ibrahim memintak pertolonganmu, tolong dia jika tidak biarkan dia." Jibril meluncur cepat memuntahkan gelombang udara ke api, dan menangkap tubuh Ibrahim, "Apakah kau butuh bantuanku?" Jibril menawarkan kepada Ibrahim.

"Jika padamu! Tidak. Adapun pada Allah, Iya. "jawab Ibrahim.
"Mintaklah kepada tuhanmu," ucap Jibril.
Telah cukup kiranya, ia melihat keadaanku"

Ibrahim benar-benar berserah diri kepada Allah SWT. Lalu Allah berfirman, "Wahai Api dinginlah kamu, dan bawahlah keslamatan pada Ibrahim." [QS.21.69].

Ibrahim dikurng dalam kobaran api selama 40 hari. Jibril mengunjungi dengan membawakan tikar dan pakaian surgan serta bungah-bungah dan air, sedangkan malaikat Dhil (teduh) menemaninya. Namrud penasaran, terlihat musuhnya asik didalam kobaran api. Ia naik ke atas menara dan menyuru Ibrahim keluar. Ibrahim melenggang tidak kurang suatu apa dengan memakai pakaian surga. Namrud berdecap kagum" Siapa temanmu di dalam gunungan api? Dan dari mana kau dapat pakaian ini?" Ibrahim menceritakan pengalamanya di dalam kobaran api. Untuk sementara Namrud Insaf, untuk sementara Namrud tidak menganggu Ibrahim. Setelah tau seperti itu keadaan Ibrahim di dalam kobaran api, Namrud menganggap bahwa usahanya sia-sia lalu setelah 40 hari Ibrahim di keluarkan dari tungku raksasa tersebut dengan keadaan yang sangat mengejutkan para penduduk Mesopotamia dan kaum-kaumnya, Ibrahim terlihat masih hidup dan tidak mengalami luka sedikit pun. Setelah itu Ibrahim melanjutkan dakwahnya dan tidak lama setelah itu Namrud meninggal karena serangan seekor nyamuk. Semoga cerita itu bisa kita petik hikmahnya. Amin.

0 Response to "Ibrahim Dibakar Api"