Tradisi Pisowanan Agung Keraton Yogyakarta

Sri Sultan Dalam Rangkaian Acara, farm5.static.flickr.com
www.jogjadestination.com -- Tradisi Pisowanan Agung Keraton Yogyakarta. Pisowanan Agung atau biasanya disebut dengan Pesowanan Garebeg merupakan salah satu rangkain acara yang hanya dilaksanakan saat Garebeg Mulud di Tahun Dal.

Kemarin, tepatnya hari jumat (1/12), Sultan miyos di Bangsal Kencana setelah bregada prajurit selesai lampah macak di area kedhaton.

Pesowanan ini dihadiri oleh keluarga Sultan, KGPAA Paku Alam X beserta istri dan para Abdi Dalem Sipat Bupati. Dalam proses ini, Sri Sultan mengambil nasi dari periuk pusaka Kanjeng Nyai Mrica, kemudian mengepal-ngepalnya menjadi 3 bulatan kecil dan meletakkanya pada Kanjeng Nyai Blawong yang dibawa oleh KPH Purbodiningrat dan KPH Yudanegara. Tiga kepal nasi tersebut diserahkan kepada GKR Mangkubumi untuk dibagikan kepada GKR Hemas, KGPAA Paku Alam X dan GKBBAy Adipati Pakualaman X.


Setelah prosesi mengepal nasi selesai, KPH Notonegoro sebagai Nerpacundaka memberi aba-aba untuk menghidangkan nasi kepal dan minuman teh kepada para kerabat dan Abdi Dalem yang hadir.

Makna filosofi dari Pesowanan Garebeg adalah salah satu bentuk sedekah dari raja (membagi-bagikan nasi) dan perlambang kesuburan.

Rangkaian acara ini tidak setap tahun digelar, hanya setiap tahun Dal atau delapan tahun sekali, Tradisi ini masih terus dilestarikan oleh Keraton Yogyakarta.

0 Response to "Tradisi Pisowanan Agung Keraton Yogyakarta"