Cara Belajar Hitungan Jawa | Tradisi Ngitung Urep Seng Wes Mangkat di Lalekke Wong Jowo

Cara Belajar Hitungan Jawa | Tradisi Ngitung Urep Seng Wes Mangkat di Lalekke Wong Jowo. Akeh wong yen wes lali tradise, Mungkin kebanyakan orang menggangap bahwa hitungan Jawa kuno tidak peting untuk dipelajari. Namun tahukah anda bahwa hitungan Jawa ynag dulunya banyak orang Jawa atau orang tua kita bisa menghitung dengan sendirinya dengan belajar ke orang tuanya sekarang mulai di tinggalkan. Anggapan bahwa hitungn itu tidk penting dan kuno menjadi salah satu faktor dari kepunahan hitungan Jawa ini. disini saya akan sedikit mengasih informsi tentang cara belajar hitungan Jawa.
Dalam bahasa jawa ada istilah weton, primbon, dino pasaran, neptu dan lain-lain.

Tabel Hari Jawa dan Hari Pasaran Jawa

No
Nama Hari
Angka/neptu
Nama Hari Pasaran Jawa
Angka/neptu
1
Jumat

6
Wage
4
2
Sabtu

7
Kliwon
8
3
Minggu

5
Pahing
9
4
Senin

4
Legi
5
5
Selasa

3
Pon
7
6
Rabu

7


7
Kamis

8



Itu adalah Hari Jawa dan Hari Pasaran Jawa jadi di kalender itungan Jawa kuno hari pling kecil adalah hari Selasa Wage yang angkanya jika di gabung adalah 7 dan hari paling besar adalah 19, Hari Kamis Pahing. Jadi seperti ini antara tabel angka di atas itu kita gabungkan menjadi satu. Contoh Hari Rabu dan Pon angkanya menjadi 7+7 =14 









Arah Mata Angin



 Tabel di atas meunjukan angka 7-19 lah jadi kita semisal ingin ngapa-ngapain di hari yg kita rencanakan bisa kita hitung dulu kuasa harinya dimana, Contoh semisal 7 harinya adalah selasa wage posisinya adalah di Timur, Bengitu seterusnya. berlanjut ke tabel Kusa hari

Kuoso Dino atau Kuasa Hari



Di atas adalah letak kuasa hari jadi semisal hari selasa berarti harinya di Barat Daya. Begitupun seterusnya.


Dari penjelasan di atas kita bisa menghitung hari apes kita lewt weton kita weton atau hari kelahiran kita dengan melihat tabel yang paling atas (tabel hari jawa dan pasaran jawa) contoh ada orang lahirnya Rabu wage, Rabu = 7 Wage = 4 jadi semisal di gabungkan Rabu Wage menjadi = 11 jadi kita hitung saja dengan hari seterusnya rabu berarti mulai Kamis kliwon di hitung sampai hari seterusnya sebanyak 11 kali berarti ketemunya adalah hari Minggu Kliwon. Intinya semisal menunjukan dari harilahirnya menunjukan berapa itui angkanya maka tinggal dihitung sampai habis saja. kita mengambil angkanya dari tabel hari pasarn di atas tabel yang nomor 1.

Macam-macm hitungan dan kegunaan hitungannya:

Untuk Pejabat Negara
1. gunung
2. guntur
3. segoro 
4. assad

Jadi kita ambil harinya itu dari hari pemilihanya dan weton sang calon pejabat. caranya ambil dari tabel yng paling atas, kita hitung sampai habis lagi dengan mengunakan 4 pilihan di atas contoh, wetonya 13 berarti kita mulai hitung dari 1. gunung 2. guntur 3. segoro 4. assad. sampai hitungan ke 13 mengenai apa dari 4 kalimat di atas lah klau sudah ketemu smpai hitungan ke 13 itulah tanda dan maknanya orang itu bagaimna.

Untuk Perkawinan atau Jodoh 
1. Sandang
2. Pangan
3. Gedung 
4. Loro

caranya seperti di atas

Untuk Karakter Orang
1. kul       = siput atau bekecot
2. kudo     = kuda
3. menoro = monyet
4. simo     = singga atau macam

caranya sama saja kita hitung sampai habis dari angka hari yang di peroleh di wetonya/hari kelahiranya. Kita akan tahu apa karakter yang ada di orang tersebut.

Untuk Barang Hilang
1.Dino
2. Ulan
3. Tahun
4. Windu

kita ambil dari hari hilangnya itu tadi angkanya berapa terus kita kaitkan dengan kuasa hari kalau sudah ketemu berarti kita harus mencari barng itu ke hari apesnya di hitung dari hari kehilangan tersebut. Tapi kalau bertepatan hitungan tersebut dengan windu maka akan susah ketemuntya alias sudah tidak akan ketemu contohnya seperti angka 12, 8, 16 maka akn sulit di cari.


Untuk Mencari Pangan atau Makan atau Rezeki 
1. Iblis   = Pagi - Sore
2. Adam = Sore-Jam 00
3. Howo = Jam 00:01 - Jam 06

caranya sama seperti di atas, malaing zaman dulu khususnya Jawa semua sudah tau tentang hitungan ini agar mengerti situasa dan kondisi apabila sedang maling.

Itu semua adalah prediksi orang Jawa dulu yang belajar dari pengalaman hidup belum tentu benarnya dan tidak menutup kemunghkinan benarnya, semua adalah kehendak Allah. inilah yang dinamakan Ilmu Alam, ilmu yang menyatu dengan alam. Kalau anda tidak paham dengan tulisan saya tolong tanyakan di kolom komentar. Soalnya tulisan saya ini banyak kekurangan walaupun sudah saya usahakan dengan niatan untuk mengasih informasi dengan tutur kata saya. Trima Kasih dn mohon maaf atas segla kekuarangan tulisan saya.


0 Response to "Cara Belajar Hitungan Jawa | Tradisi Ngitung Urep Seng Wes Mangkat di Lalekke Wong Jowo"