Apa itu Kabbalah? Doktrin Tentang Dunia Baru

Lambang Kabbalah, Sumber:http://endlessdesign.com/
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Membicarakan tentang Mesir Kuno, maka tak lepas dari pembahasan seputar peninggalan-peninggalan bangunan dan seninya yang bertahan hingga masa sekarang. Mesir pada saat itu menjadi pusat peradaban yang maju dalam hal politik, ekonomi, sosial, maupun keyakinannya. Akan tetapi, ada sebagian peninggalan dari Mesir Kuno yang jarang dijadikan pembahasan oleh sejarawan, padahal peninggalan ini sangat besar pengaruhnya bagi dunia. Peninggalan tersebut berupa ajaran atau suatu doktrin yakni kabbalah.
Dapat dipastikan bahwa mayoritas masyarakat tidak mengetahui secara mendalam apa itu Kabbalah. Ajaran ini sangat besar pengaruhnya bagi sejarah manusia. Bahkan pada masa kini, ajaran ini tetap mengalami perkembangan dengan bentuk ajaran rahasia yang hanya diketahui secara detail oleh pengikutnya. 
Oleh sebab-sebab diatas, maka makalah ini dibuat selain untuk memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Dunia, juga untuk mencoba menjelaskan sedikit mengenai Kabbalah. Dalam makalah ini akan dijelaskan mengenai sejarah Kabbalah, hubungan Kabbalah dengan Yahudi, dan Kabbalah setelah zaman Mesir Kuno.








BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Kabbalah
Kabbalah secara harfiah berarti tradisi yang diterima atau tradisi lisan.  Qabalah atau Kabbalah diambil dari bahasa ibrani yaitu qibil yang maknanya menerima. Dalam hal ini berarti menerima doktrin okultisme (ilmu sihir) rahasia. Berbagai ensiklopedi dan kamus mendefinisikannya sebagai suatu cabang mistik agama Yahudi dan hanya dipahami sedikit orang. Menurut Definisi ini, Kabbalah mempelajari arti tersembunyi dari Taurat dan naskah agama Yahudi. Namun faktanya adalah Kabbalah merupakan suatu sistem yang berakar pada penyembahan dan pemujaan berhala, telah ada jauh sebelum Taurat, namun berkembang luas bersama Yahudi setelah Taurat diturunkan. Menurut beberapa pakar Barat mengenai Kabbalah, tidak diketahui dengan jelas darimana Kabbalah datang dan bagaimana proses perkembangannya. Yang jelas, kabbalah merupakan nama umum untuk sebuah filsafat unik, berbentuk metafisik, esoterik, dan mistik yang diterima sebagai ilmu kebathinan oleh Yahudi. 
Seorang ahli sejarah Prancis, Gougenot des Mousseaux, mengatakan Kabbalah memang lebih tua daripada Yahudi. Lalu ahli sejarah Yahudi, Theodore Reinach, mengatakan bahwa Kabbalah adalah suatu racun yang teramat halus yang menyusupi dan memenuhi nadi agama YahudiSolomon Reinach mendefinisikan Kabbalah sebagai “salah satu penyimpangan pemikiran manusia yang terburuk”. Alasan Solomon Reinach mengatakan hal tersebut adalah karena doktrin Kabbalah sebagian besar berhubungan dengan ilmu sihir. Selama ribuan tahun, kabbalah menjadi salah satu pondasi bagi setiap upacara sihir.
Doktrin Kabbalah dipercaya berasal dari Mesir Kuno yang pada masa itu dipimpin oleh Fir’aun dengan bantuan para dewannya. Dewan-dewan ini memiliki peran penting terhadap Fir’aun. Sulit ditemukan bukti peranan para dewan ini, namun dalam Al-Qur’an, Allah SWT menggambarkan secara tersirat dalam QS Al-A’raf : 104-112 bahwa Fir’aun yang berkuasa pada saat itu, memutuskan  sesuatu dengan meminta pendapat dari para dewan. Dewan-dewan disini terbagi menjadi dua komponen, yaitu tentara dan pendeta. Pendeta-pendeta itulah yang dalam sejarah tercatat sebagai tukang sihir kerajaan Fir’aun dan dalam sejarah Mesir disebut Para Pendeta Amon. Mereka dipercaya memiliki kekuatan khusus yang berhasil mengukuhkan posisi mereka disamping raja. Mereka fokus mempraktikan ilmu sihir dan memimpin sekte pagan mereka. Namun selain itu mereka juga mempelajri ilmu-ilmu lain seperti astronomi dan geometri.
Golongan pendeta ini merupakan kelompok atau ordo yang bersifat esoterik. Bersamaan dengan perkembangan pemikiran manusia, ilmu pengetahuan mengalami kemajuan, begitupun dengan ajaran-ajaran esoterik yang mulai menyebar ke daerah Timur, daerah Cina, Tibet, india, Mesopotamia, dan semakin kuat keberadaannya di Mesir.

B. Hubungan Kabbalah dengan Yahudi
Hubungan ini berawal dari peristiwa eksodus Nabi Musa as dengan Bani Israil yang tak lain adalah bangsa Yahudi. Pada saat Nabi Musa pergi mendaki Gunung Tursina seorang diri, maka kaumnya melakukan penyimpangan dan pengingkaran dari ajaran agama yang Allah turunkan kepada Nabi Musa di dalam Taurat. Tampil seseorang bernama Samiri yang menjadi provokator dalam penyelewengan Bani Israil. Ia membujuk Bani Israil untuk membuat patung anak sapi emas dan menyembahnya. Dalam hal ini, Bani Israil yang monotheisme terpengaruh oleh sekte kaum pagan di Mesir yang menyembah banyak berhala. Dari peristiwa inilah awal dari penyimpangan sebagian Bani Israil terhadap Taurat, dan masuknya pemikiran materialis yang merupakan salah satu ajaran Kabbalah.
Kabbalah menjadi doktrin mistis dalam agama Yahudi. Seperti yang telah dikemukakan, bahwa Kabbalah hadir jauh sebelum hadirnya agama Yahudi, namun berkembang bersama agama ini. Dalam hukum-hukum yang dibawa oleh Nabi Musa, ada pelarangan atas ilmu sihir, namun bangsa Yahudi mengabaikan perintah ini dan justru mencampurkan apa yang mereka dapat, yaitu ajaran Kabbalah dengan pemikiran-pemikiran karangan mereka sendiri. 
Bangsa Yahudi sebenarnya telah diberi peringatan, namun mereka tetap dalam kesesatannya. Mereka tetap menerima Kabbalah yang sangat jelas bertentangan isinya dengan Taurat. Mengenai ketuhanan, dalam Taurat asli, persis sama seperti yang ada dalam Al-Qur’an. Namun sangat berbeda dengan Taurat, Kabbalah mempercayai sistem pluralis, bahwa Tuhan itu Esa (ein sof), namun berwajah banyak (sefiroth). Dalam Kabbalah juga dipercayai bahwa Tuhan memiliki dwibentuk sebagai lelaki dan wanita, sebagai ayah dan ibu supernatural, Hokhmah dan Binah, sebagai pemunculan tuhan yang pertama. Dalam hal ini, pengikut Kabbalah menggunakan metafor seksual secara terang-terangan, dan mereka menjadikannya sebagai ritual. Kabbalah juga percaya bahwa manusia sebagai makhluk agung, tidak diciptakan dan telah ada tanpa permulaan.

C. Kabbalah Setelah Zaman Mesir Kuno
Doktrin Kabbalah terus mengalami penyebaran namun tetap dalam lingkup esoterik. Dalam sejarah perang salib, bahkan terdapat catatan keterkaitannya dengan Kabbalah. Pasukan Salib yang seharusnya membawa misi agama, tapi ternyata memiliki tujuan materialis, yaitu merampas harta benda pada setiap negeri jarahan, dan juga iri atas keberhasilan kaum muslimin pada masa itu. 
Pasukan salib yang menjadi fokus keterkaitannya dengan Kabbalah adalah ordo Templar atau Ksatria Templar. Pada saat pasukan salib memasuki kota Yerussalem, mereka mulai mengorganisir pasukan untuk tujuan pertahanan dengan dibentuk beberapa ordo. Ordo Templar salah satunya. Namun setelah mereka keluar dari Yerussalem, pada tahun 1307 M, Raja Prancis, Philiph le Bel, memerintahkan untuk mencari dan menangkap para Templar karena timbul desas desus bahwa mereka telah menyeleweng dari ajaran Kristen, melakukan bid’ah, dan melakukan ritual-ritual mistis yang aneh setelah kembali dari Yerussalem. Sebagian tertangkap dan sebagian lagi melarikan diri ke Skotlandia, yang dipimpin oleh Raja yang kontra terhadap pemerintahan Kristen.
Dalam perkembangan selanjutnya mengenai para Templar, memunculkan perkumpulan rahasia yang dinamakan Freemasonry. Namun yang harus diperhatikan adalah, sesuatu yang membuat ordo Templar menyeleweng dari ajaran Kristen sekembalinya mereka dari Yerussalem. Dalam buku berjudul the Hiram Key karangan dua orang anggota mason, dijelaskan bahwa para Templar mendapatkan sesuatu di bawah reruntuhan kuil Sulaiman. Tugas pasukan salib di Yerussalem adalah menjaga keamanan peziarah Kristen di Yerussalem, tetapi para Templar mempunyai misi lain, yaitu menyelidiki kuil Sulaiman untuk mencari harta peninggalan dan naskah berisi intisari ajaran rahasia Yahudi dan Mesir Kuno . Pada abad ke-19, para Arkeolog Barat meneliti bekas-bekas penggalian di kuil Sulaiman, dan mendapat kesimpulan bahwa bekas penggalian tersebut berasal dari peralatan pasukan salib atau secara khusus adalah Ksatria Templar. Sesuatu yang ditemukan yang mampu mengubah cara hidup para Templar tersebut adalah ajaran Kabbalah. 













BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Doktrin Kabbalah diketahui berasal dari bangsa Mesir Kuno zaman Fir’aun yang menggunakan jasa para ahli sihir untuk menjalankan pemerintahannya. Doktrin ini dianggap sesat oleh banyak kalangan, namun banyak juga kalangan yang menganutnya secara sembunyi-sembunyi atau rahasia. Tidak banyak diketahui secara detail mengenai gambaran ajarannya secara jelas karena kelompok-kelompok penganutnya merupakan kelompok esoterik yang ajarannya diajarkan dari mulut ke mulut sesama anggota saja. 
Kabbalah sebagian besar mengajarkan ilmu sihir dan memiliki pendapat tersendiri mengenai arti ketuhanan, manusia, dan alam sekitar. Sifat dari ajaran Kabbalah ini adalah materialistis, sehingga penganutnya tidak menerima segala sesuatu yang tidak ada. Mereka juga bersifat humanis yang ekstrem, menganggap tidak ada campur tangan Tuhan dalam penciptaan dan perkembangan manusia, bahkan manusia itu agung sehingga berpotensi menjadi tuhan. 
Dari beberapa gambaran kecil tersebut, jelas bahwa ajaran Kabbalah bertentangan dengan apa yang ada pada ajaran agama-agama, terutama agama samawi dan terkhusus adalah agama Islam.



DAFTAR PUSTAKA

Maulani, Z.A. 2002. Zionisme : Gerakan Menaklukan DuniaJakarta : Penerbit       Deserta. 

Yahya, Harun. t.t. “Ancaman Global Freemasonry”. Dalam http://www.harunyahya.comdiunduh Rabu, 16 November 2016 pukul 18.22.

7

0 Response to "Apa itu Kabbalah? Doktrin Tentang Dunia Baru"