Bangunan Ini Merupakan Saksi Bisu Sejarah Peradaban Islam di Italia

Menara Pisa Italia, sumber:pixabay.com
Sejarah Islam Periode Klasik II
Islam di Sisilia
Peta Islam Sisilia Italia, Pada Abad Pertengahan, sumber: lh5.googleusercontent.com

                      BAB I


PENDAHULUAN



A.     Latar Belakang

Sisilia adalah sebuah pulau di laut Tengah, letaknya berada di sebelah selatan semenanjung Italia, dipisahkan oleh selat Messinia. Pulau ini bentuknya menyerupai segitiga dengan luas 25.708 km persegi. Sebelah utara terdapat teluk Palermo dan sebelah timur terdapat teluk Catania. Pulau ini di sebelah barat dan selatannya adalah laut Mediterania, sebelah utara berbatasan dengan laut Tyrrhenian, dan sebelah timurnya berbatasan dengan laut Lonian. Pulau ini bergunung-gunung dan sangat indah, iklim yang baik, tanahnya subur dan penuh dengan kekayaan alam.[1]
Sebelum kedatangan Islam, pada 440 M, Sisilia dikkuasai suku Vandal setelah Kekaisaran Romawi. Suku Vandal berhasil menginvasi bagian suku Roman Galian dan Roman Hispania, menjadikan diri mereka sebagai kekuatan penting di Eropa Barat. Namun, mereka segera kehilangan wilayah tersebut karena invasi yang dilakukan oleh bangsa Germanik Timur yang lain, yaitu Goth. Penaklukan Ostogotic di Sisilia (dan Italia secara keseluruan) di bawah pemimpin Thedoric Agung mulai pada 448 M. Meskipun Ostogothic adalah suku Germanik, namun Thedoric berusaha untuk kembali menghidupkan kebudayaan Romawi dan pemeintahan dan memungkinkan kebebasan beragama[2]

B.     Rumusan Masalah
1. Siapa Penakluk Sisilia ?                                                                                                                  
2.Siapa Penguasa Islam di Sisilia ?                                                                                                           3. Bagaimana Bukti Peradaban Islam  di Sisilia ?



BAB II
PEMBAHASAN


A.    Penaklukan Sisilia

Penaklukan umat Islam atas kepulauan Sisilia (bahasa Arab, Siqiliyah) merupakan buih terahir dari gelombang serbuan yang di bawa bangsa Arab ke Afrika Utara dan Spanyol. Para pemimpin ekspansi ke pulau itu, dan daratan Eropa Tengah adalah panglima-panglima Dinasti Aglabiyah dari Kairawan yang menyerang wilayah itu pada abad ke-9 M[3].
Pada saat Islam dipmpin oleh Umar bin Khattab (634-644 M), Sisilia Nerada di tangan kekuasaan Bizantium. Mereka menjadikan pulau inibsebagai markas untuk menghadapi orang Islam. Saat itu, sebenarnnya umat muslim sudah berniat untuk menaklukan Sisilia. Akan tetapi, Khalifah Umar menolaknnya, karena pulau ini sangat jauh dari pusat pemerintah Islam, selain itu medan ke sana sangat sulit ditempuh dan daerah-daerah yang baru dikuasai harus dibenahi, niat kaum muslim untuk memasuki pulau Sisilia baru terlaksana pada tahun 662 M, yaitu pada masa Usman bin Affan (644-645 M). Usaha penaklukan sudah mulai dilakukan oleh gubernur Damaskus, Mu’awiyah bin Abu Sufyan. Pada tahun 652 Mbatas perintah Mu’awiyah, dikirimlah pasukan yang dipimpin oleh Mu’awiyah bin Khudajj. Meskipun serangan itu gagal, mereka dapat harta rampasan dari pasukan Bizantium[4].
Pasca dinasti Umayah runtuh, dan digantikan Abbasiyah. Di wilayah Tunisia dan sekitarnya, Abbasiyah menunjuk Ibrahim bin Al-Aglab sebagai amir umara. Pada tahun 827 M, Sisilia mengalami konflik internal. Euphemius, seorang komandan angkatan laut dan bangsawan Sisilia bersitegang dengan Kaisar Bizantium. Ia pergi ke Tunisia untuk mengundang kaum muslimin merebut pulau tersebut dari tangan Bizantium. Upaya penaklukan segera dijalankan. Aglabiyah segera mengutus Asad ibn al-Furath untuk memimpin 10.000 pasukan dan 700 ekor kuda dan 100 armada kapal, untuk menaklukkan pulau ini[5]
Pasukan Afrika berlabuh di Masara, kemudian bergerak ke Siracuse. Namun suatu wabah yang menyebar di perkemahan mereka memporak-porandakan dan sampai membunuh Asad. Pasukan itu kemudian mendapat kekuatan baru dari Spanyol, sehinggah mereka berhasil menguasai kota Palerno (bahasa Arab, balarm, asalnnya koloni Phonix) pada 831, dan mendapatkan titik tolak penting penaklukan selanjutnya dan menetapkan gubernur baru di sana.[6]

B.  Penguasa Islam di Sisilia

Di pulau Sisilia ini terdapat tiga penguasa Islam, yang dimulai dari dinasti Aglabiyah, kemudian dilanjutkan dinasti Fathimiyah dan diakhiri dengan dinasti Kalibiyah. Dinasti Kalbiyah ini mempunyai peradaban yang sangat maju, namun juga merupakan akhir dari peguasaan pemerintah Islam di Sisilia.
1 .Dinasti Aglabiyah (903-909)
Dinasti Aglabiyah yang berpusat di Tunisia mengangkat lima orang gubernur dengan gelar amir, wali, atau shahib di Sisilia yang beribu kota Palermo. Para gubernur ini mempunyai kekuasaan penuh dalam hal perang atau damai, pembagian harta rampasan, mencetak uang, dan menentukan pajak.
Saat itu,penduduk Sisiliah terdiri atas berbagai ras dan agama; Islam, Kristen, Yahudi, Bangsa Sisilia, Yunani Lombard, Arab, Berber, Persia, dan Negro. Bangsa Arab menjadi penguasa, mayoritas penduduk muslim  adalah keturunan bangsa Berber,Sisilia, dan Arab.

2.  Dinasti Fathimiyah (909-965 M)
Ketika Dinasti Aghlabiyah digulingkan oleh Dinasti Fatimiyah yang berpusat di Mesir, di Sisiliah juga mengalami transisi dan terjadi pergolakan. Namun, pergolakan di Sisiliah bukan karena masalah politik, melainkan masalah yang sifatnnya agamis, yaitu pertentangan Syiah dan Sunni. Tetapi, dalam jangka waktu yang tidak lama,penguasa Fatimiyah bias mengatasinnya.
Adapun gubernur-gubernur Dinasti Fatimiyah di Sisilia, atara lain adalah Ziyadatullah bin Wurtub, Abu Musa al Dayf, Salim Rasyid, dan Khalil bin Ishaq. Di bwah para gubernur ini, dinasti Fatimiyah membangun berbagai peradaban dengan kemajuan. Gubernur Dinasti Fatimiyah yang kuat adalah Hasan Ali al-Kalby, Keturunan Arab suku Kalb yang kemudian mendirikan Dinasti Klabiyah di Sisilia, namun ia tetap setia kepada pemerintahan pusat Dinasti Fatimiyah.
3. Dinasti Kalbiyah (965-1044)
Dinasti Kalbiyah berkuasa selam 80 tahun. Hasan dapat menaklukan daerah Kristen di sebelah utara Sisilia, Tormina, kemudian mengubah kota itu menjadi Mu’izziyah sebagai penghormatan terhadap Khalifah Fathimiyah, Mu’iz. Sejak tahun 948 M, Khalifah Fathimiyah, Ismail al-Mansur, mengangkat hasan al-Kalbi sebagai amir Sisilia.
Sayangnnya, kekuasaan umat Islam Sisilia hatus berakhir pada tahun 1061 M. Kekuatan Islam yang lemah di manfaatkan  oleh bangsa Normandia. Sejak itu, dominasi islam pun lenyap dari bumi Sisilia.[7]

C.    Bukti Sejarah Peradaban Islam di Sisilia

Meskipun kekuasaan Islam pernah menghilan di Italia, namun pengaruh Islam di pulau Sisilia dan Italia masih terlihat dengan peninggalan berupa bangunan dan benteng. Kontribusi kebudayaan Islam pada saat itu bagi kebudayaan Eropa, seperti ilmu pengetahuan, seni, sastra, arsitektur dan ilmu pengetahuan, mempengaruhi pemikiran bangsa Eropa di zaman Renaissance.
Peninggalan sejarah Islam di Italia banyak dijumpai di Sisilia. Bahkan, setelah pulau ini jatuh ke tangan kaum Katholik di bawah Dinasti Norman pada abad ke-12, kebudayaan Islam tetap dipertahankan. Hasilnnya, banyak bangunan bersejarah dan gereja di tempat tersebut memiliki pengaruh gaya arsitetur Islam.
Berikut beberapa bangunan di Italia yang banyak mengadopsi arsitektur Islam:
1.      Palazzo dei Norman
Palazo dei Norman, sumber: /s-media-cache-ak0.pinimg.com

Palazzo dei Norman dibangun oleh Roger II dari Dinasti Norman. Bangunan tersebut dihiasi mendali dengan kaligrafi Arab gaya Kufi. Adapun ornament utama istana ini dibuat Al-idrisi, geogrrafer dan kartografer paling kondang pada masa Abad pertengahan.
2.      Gereja San Giovani degli Eremit
Gereja San Giovanni Degli Eremit, sumber:http://www.pedalando.info/

Gereja yang dikenal dengan Gereja St. john of the Hermit ini dibangun pada tahun 1132 M. Gaya Arab yang mempengaruhi gereja ini sangat terlihat dari kelima kubah merahnnya. Menurut beberapa catatan sejarah, gereja tersebut dahulu merupakan masjid.
3.      Kapel Platina
Kapel Palatina, sumber: http://static.panoramio.com/

Platina Chapel atau Capella Palatina adalah sebuah kapel (gereja kecil) yang di Istana Palazzo Reale dikota Palermo. Kapel ini dibangun pada 1132 M. Arsitektur gereja ini merupakan perpaduan antara Bizantium dengan Islam. Gaya Bizantium sangat tampak pada hiasan mosaiknnyam sedangkan detail bergaya Arab juga terlihat pada dekorasinnya, misalnnya pada pola keramik dan lantainnya.[8]

                                                       BAB III
                                                     PENUTUP

Peradaban Islam di Sisilia merukapan peradaban yang pernah dicatat dunia Eropa, sebagai peradaban yang maju Dan lancar jaya, penaklukan sisilia sendiri merupakan benih penghianatan oleh Laksamana Euphemius yang memintak Bantuan ke Dinasti Aglabiyah, tepatnnya pada Tahun 827, dan Sisilia berhasil di kuasai Islam pada tahun 831. Penguasa Islam di Sisilia menjadikan Sisilia menjadi bangsa yang maju yang perkembangan sangat pesat, perdagangan dan keilmiuan, dari dinasti Aglabiyah sampai Kalbiyah semua menjunjung tinggi asas Islam, dari aspek ekonomi dan social, pengetahuan, kemiliteran, dan bangunan semua berkembang sangat pesat, inilah rasa Islam yang pada zamn Sekarang masih bias kita lihat di Negara Pizza ini khususnnya di Sisilia.






DAFTAR  PUSTAKA
Al-Azizi, Abdul Syukur, 2014, Peradaban Islam Terlengkap. Yogyakarta: Saufa.
Al-Haddad, Al-Habib Alwi bin Thahir. 2001. Sejarah Masuknya Islam di Timur Jauh. terj. Ali Yahya. Jakarta: Lentera Baristama.
Sunanto. Musyrifah. 2007 Sejarah Islam Klasik: Perkembangan Ilmu Pengetahuan Islam, Jakarta: Kencana Prenada Media.
Hitti, Philip K.. 2006. History Of Arab. terj. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.          






[1] Abdul Syukur al-Aziz, Sejarah Peradaban Islam Terlengkap,  Yogyakarta: Saufa, 2014,  hlm. 517-518.
[2] Abdul Syukur al-Aziz, Sejarah Peradaban Islam Terlengkap,  Yogyakarta: Saufa, 2014,  hlm. 518.
[3] Pilip K Hitti, history of Arabs, Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, 2006, hlm.768.
[4] Abdul Syukur al-Aziz, Sejarah Islam Terlengkap, Yogyakarta: saufa, 2014, hlm. 518.
[5] Abdul Syukur ak-Aziz, sejarah Peradaban Islam Terlengkap, Yogyakarta:Saufa, 2014, hlm. 519.
[6] Philip K Hitti, History of Arabs, Jakarta: Serambi ILmu Semesta, 2006, hlm. 770.
[7] Abdul Syuku al-Aziz Sejarah Peradaban Islam Terlengkap, Yogyakarta: Saufa, 2014, hlm. 522-523.
[8] Abdul Syukur al Aziz, Sejarah Peradaban Islam Terlengkap, Yogyakarta: Saufa, 2014, hlm.526-528.

0 Response to "Bangunan Ini Merupakan Saksi Bisu Sejarah Peradaban Islam di Italia"